13 Agustus 2026 | Dilihat: 89 Kali

Hai Sayang Kerja di Luar Negeri Yuk, Gajinya Gede

Hai Sayang Kerja di Luar Negeri Yuk, Gajinya Gede
Oleh: Atty Rossa
Redaktur ImigrasiOne.id

ImigrasiOne.id || Jakarta - Awalnya cuma chat.  
"Hai Sayang, kerja di luar negeri yuk gajinya gede."  

Kedengarannya manis. Tapi di balik kata 'sayang' dan 'gaji gede', bisa jadi ada sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang yang mengintai.

Modusnya sekarang beda. Tidak lagi terang-terangan rekrut. Pelaku masuk lewat hati dulu. Kenalan di medsos, pacaran online, lalu ajak "merantau bareng". Sesampainya di luar negeri, paspor ditahan, kerja dipaksa, bahkan dijual lagi.

Kenapa banyak yang kejebak? Karena ada 3 hal: percaya karena 'cinta', tergiur gaji berkali-kali lipat, dan tidak tahu prosedur kerja resmi.

Pemerintah tidak diam. Ditjen Imigrasi sebagai garda terdepan sudah perketat pengawasan di bandara dan pelabuhan. Petugas kini dilatih mendeteksi ciri calon korban: tujuan tidak jelas, dibiayai orang tak dikenal, tidak hafal alamat.

Selain itu Imigrasi juga gencar sosialisasi 'Cinta Buta Cek Dulu' ke daerah, dan bersinergi dengan Polri, BP2MI, serta Kemenlu untuk memulangkan WNI korban dari Kamboja, Myanmar, dan negara lain.

Jadi ingat ya, sebelum berangkat cek 3 hal: Perusahaannya legal? Visanya visa kerja? Ada PT/PJTKI resminya?

Jangan sampai masa depanmu habis karena satu chat. Kalau ada yang mencurigakan, lapor ke Kantor Imigrasi atau call center 1500-131.

Karena cinta sejati tidak akan mengorbankanmu. (red)